While You Were Sleeping - Casting Crowns
Oh little town of Bethlehem
Looks like another silent night
Above your deep and dreamless sleep
A giant star lights up the sky
And while you're lying in the dark
There shines an everlasting light
For the King has left His throne
And is sleeping in a manger tonight
Oh Bethlehem, what you have missed while you were sleeping
For God became a man
And stepped into your world today
Oh Bethlehem, you will go down in history
As a city with no room for its King
While you were sleeping
While you were sleeping
Oh little town of Jerusalem
Looks like another silent night
The Father gave His only Son
The Way, the Truth, the Life had come
But there was no room for Him in the world He came to save
Jerusalem, what you have missed while you were sleeping
The Savior of the world is dying on your cross today
Jerusalem, you will go down in history
As a city with no room for its King
While you were sleeping
While you were sleeping
United States of America
Looks like another silent night
As we're sung to sleep by philosophies
That save the trees and kill the children
And while we're lying in the dark
There's a shout heard 'cross the eastern sky
For the Bridegroom has returned
And has carried His bride away in the night
America, what will we miss while we are sleeping
Will Jesus come again
And leave us slumbering where we lay
America, will we go down in history
As a nation with no room for its King
Will we be sleeping
Will we be sleeping
United States of America
Looks like another silent night.
Wednesday, January 6, 2010
Tuesday, January 5, 2010
Hati yang gembira adalah Obat
Hati yang gembira adalah obat...itu lagu sekolah minggu yang dulu seringkali saya dengar tanpa tahu apa arti yang sebenarnya dari lagu tersebut...yang saya tahu kalo kita senang, sakit apapun akan sembuh...tapi pendapat itu ternyata salah...
hati yang senang bukanlah perasaan senang biasa, hati yang senang yang akan menjadi obat yang manjur bukan karena kita membuat diri kita sendiri bahagia / terlihat bahagia, hati yang gembira bukanlah karena paksaan... Hati yang gembira adalah kegembiraan yang berasal dari sesuatu ntah darimana asalhnya yang sulit diungkapkan dengan kata-kata... Misalnya saat kita baru saja jadian sama pacar kita...
Saat kita sedang sakit dan pacar kita mengajak kita bercanda, jalan-jalan, tanpa terasa sakit itu pun hilang begitu saja...apakah kita tahu dan bisakah kita gambarkan perasaan seperti apakah yang kita rasakan saat itu sehingga menyebabkan sakit kita tiba-tiba tidak terasa???
Beberapa jam sebelum kembali ke Solo, aku demam, aku lemas, rasanya dingin semuanya...
aku beristirahat dan terus beristirahat supaya saat tiba waktunya aku pulang ke Solo naik kereta, aku sudah agak baikan..
malamnya saat aku perjalanan ke Solo, aku tidak dapat tidur dengan nyenyak dan rasanya kepalaku mau pecah saat pagi harinya ketika sudah mau sampai Solo...
Yang tadinya hanya meriang, demam, sekarang ditambah kurang tidur dan lain-lain...
Badan ini terasa remuk...
Setelah aku sampai Solo, aku berkemas lagi untuk menuju Panti Asuhan 1000 Pulau karena aku berjanji untuk mengajarkan yel-yel sebelum esok hari mereka lomba cerdas cermat di Jogjakarta. Mampir ke Solo square aku membelikan 4 lusin donat JCO untuk anak-anak...
Sampai di sana ternyata sedang ad acara natal bersama gereja-geraja lain.. ada 2 acara. Aku hanya mengikuti 1 acara lalu makan dan pergi istirahat sebelum sorenya pergi ibadah di Gereja Kalam Kudus..
Setelah selesai kebaktian, aku kembali ke Panti Asuhan 1000 Pulau...bercanda, bermain, belajar cerdas cermat, mengajari yel-yel, dan lain-lain...
keesokan harinya, tubuhku terasa sangat ringan dan hari itu kami semua akan pergi ke Jogjakarta untuk mengikuti lomba cerdas cermat bersama panti-panti asuhan yang lain...
Sambil menunggu bus, aku mengajak anak-anak menangkap kepik dan kupu-kupu..sangat menyenangkan seharian kami bermain, berenang, bercanda di bus, saling menyemangati tim cerdas cermat kami walaupun akhirnya kalah, dan saling mendukung satu sama lain...
Samapi kembali di Panti pun, aku masih tetap bersemangat untuk mengangkat barang-barang bawaan...sampai "mama" bierkata padaku, "Kamu ini bersemangat sekali..hati-hati lho, kamu kan habis sakit." Lalu aku tersadar kalau hari sebelumnya aku menderita sakit yang tak tertahankan...
aku tidak dapat menggambarkan bagaimana perasaan itu yang menyebabkan sakit yang kemarin-kemarin itu hilang seketika...
Yang mau aku tambahkan dari kata-kata di atas adalah...
Hati yang gembira adalah obat yang manjur tetapi berkumpul bersama keluarga, itulah obat yang lebih manjur...tentunya yang paling manjur adalah saat kita minta kesembuhan pada Tuhan...Amin
hati yang senang bukanlah perasaan senang biasa, hati yang senang yang akan menjadi obat yang manjur bukan karena kita membuat diri kita sendiri bahagia / terlihat bahagia, hati yang gembira bukanlah karena paksaan... Hati yang gembira adalah kegembiraan yang berasal dari sesuatu ntah darimana asalhnya yang sulit diungkapkan dengan kata-kata... Misalnya saat kita baru saja jadian sama pacar kita...
Saat kita sedang sakit dan pacar kita mengajak kita bercanda, jalan-jalan, tanpa terasa sakit itu pun hilang begitu saja...apakah kita tahu dan bisakah kita gambarkan perasaan seperti apakah yang kita rasakan saat itu sehingga menyebabkan sakit kita tiba-tiba tidak terasa???
Beberapa jam sebelum kembali ke Solo, aku demam, aku lemas, rasanya dingin semuanya...
aku beristirahat dan terus beristirahat supaya saat tiba waktunya aku pulang ke Solo naik kereta, aku sudah agak baikan..
malamnya saat aku perjalanan ke Solo, aku tidak dapat tidur dengan nyenyak dan rasanya kepalaku mau pecah saat pagi harinya ketika sudah mau sampai Solo...
Yang tadinya hanya meriang, demam, sekarang ditambah kurang tidur dan lain-lain...
Badan ini terasa remuk...
Setelah aku sampai Solo, aku berkemas lagi untuk menuju Panti Asuhan 1000 Pulau karena aku berjanji untuk mengajarkan yel-yel sebelum esok hari mereka lomba cerdas cermat di Jogjakarta. Mampir ke Solo square aku membelikan 4 lusin donat JCO untuk anak-anak...
Sampai di sana ternyata sedang ad acara natal bersama gereja-geraja lain.. ada 2 acara. Aku hanya mengikuti 1 acara lalu makan dan pergi istirahat sebelum sorenya pergi ibadah di Gereja Kalam Kudus..
Setelah selesai kebaktian, aku kembali ke Panti Asuhan 1000 Pulau...bercanda, bermain, belajar cerdas cermat, mengajari yel-yel, dan lain-lain...
keesokan harinya, tubuhku terasa sangat ringan dan hari itu kami semua akan pergi ke Jogjakarta untuk mengikuti lomba cerdas cermat bersama panti-panti asuhan yang lain...
Sambil menunggu bus, aku mengajak anak-anak menangkap kepik dan kupu-kupu..sangat menyenangkan seharian kami bermain, berenang, bercanda di bus, saling menyemangati tim cerdas cermat kami walaupun akhirnya kalah, dan saling mendukung satu sama lain...
Samapi kembali di Panti pun, aku masih tetap bersemangat untuk mengangkat barang-barang bawaan...sampai "mama" bierkata padaku, "Kamu ini bersemangat sekali..hati-hati lho, kamu kan habis sakit." Lalu aku tersadar kalau hari sebelumnya aku menderita sakit yang tak tertahankan...
aku tidak dapat menggambarkan bagaimana perasaan itu yang menyebabkan sakit yang kemarin-kemarin itu hilang seketika...
Yang mau aku tambahkan dari kata-kata di atas adalah...
Hati yang gembira adalah obat yang manjur tetapi berkumpul bersama keluarga, itulah obat yang lebih manjur...tentunya yang paling manjur adalah saat kita minta kesembuhan pada Tuhan...Amin
Itu Bukan Urusanku
Saya mengutip tulisan ini dari inbox facebook saya karena menurut saya, artikel ini mempunyai makna yang sangat luar biasa jika orang-orang dapat membacanya dan mengerti artinya....
Seekor Tikus mengitip melalui celah di dinding untuk melihat petani dan istrinya membuka sebuah bungkusan, kalo-kalo di dalamnya ada makanan. Dia sangat terkejut mendapati bahwa isi bungkusan itu ternyata adalah sebuah perangkap tikus. Sambil berlari ketakutan, Tikus itu berteriak-teriak, katanya," Ada perangkap tikus di dalam rumah, ada perangkap tikus di dalam rumah!"
Si ayam yang sedang sibuk mencari makanan di tanah, mengangkat kepalanya dan berkata," Tuan Tikus, itu adalah kuburan yang tersedia untukmu, tidak ada pengaruhnya untukku."
Kemudian Tikus itu memberitahu juga kepada Babi bahwa ada perangkap tikus di dalam rumah. Babi menunjukkan sedikit simpatinya dengan berkata," Aku turut bersedih Tuan Tikus tapi tidak ada yang dapat aku lakukan kecuali berdoa untukmu. Aku pastikan kamu akan ada dalam doa-doaku." .
Lalu Tikus pun menghampiri Sapi dan mengatakan hal yang sama. Sapi tidak menanggapinya malah mengejeknya sambil berkata," Perangkap tikus?Apakah aku sedang dalam bahaya?Apakah itu bisa membahayakanku?"
Akhirnya Tikus dengan sedih dan putus asa kembali ke dalam rumah petani karena harus menghadapi perangkap tikus sang petani sendirian.
Suatu malam terdengar suara dari dalam rumah seperti suara perangkap tikus yang menangkap sesuatu. Istri sang petani segera berlari untuk melihat apa yang tertangkap di dalamnya. Dalam kegelapan, dia tidak bisa melihat bahwa ternyata seekor ular berbisa telah terjepit pada perangkap itu dan langsung mengigitnya. Sang petani segera membawanya ke rumah sakit.
Sepulang dari rumah sakit, istri petani itu masih demam dan setiap orang tahu bahwa sup ayam hangat bisa meringankan sakit demam. Jadi petani segera mengambil Ayamnya dari kandang dan menyembelih untuk membuat sup ayam.
Namun sakit istri petani itu tidak kunjung membaik sehingga teman-teman dan tetangga-tetangganya datang untuk menjenguknya. Untuk menjamu mereka, petani itu memotong Babi miliknya.
Akhirnya, istri petani itu pun meninggal dan banyak orang menghadiri pemakamannya. Petani itu menyembelih Sapinya untuk menyediakan daging bagi tamu-tamunya.
Jika suatu saat Anda mendengar bahwa seseorang sedang menghadapi masalah dan Anda berpikir bahwa hal itu tidak ada hubungannya dengan Anda, ingat pada akhirnya kita pun terancam, kita semua menghadapi sebuah masalah. Jadi jangan pernah berkata,"Itu bukan urusanku."
Sumber: spiritual-short-stories.com
Seekor Tikus mengitip melalui celah di dinding untuk melihat petani dan istrinya membuka sebuah bungkusan, kalo-kalo di dalamnya ada makanan. Dia sangat terkejut mendapati bahwa isi bungkusan itu ternyata adalah sebuah perangkap tikus. Sambil berlari ketakutan, Tikus itu berteriak-teriak, katanya," Ada perangkap tikus di dalam rumah, ada perangkap tikus di dalam rumah!"
Si ayam yang sedang sibuk mencari makanan di tanah, mengangkat kepalanya dan berkata," Tuan Tikus, itu adalah kuburan yang tersedia untukmu, tidak ada pengaruhnya untukku."
Kemudian Tikus itu memberitahu juga kepada Babi bahwa ada perangkap tikus di dalam rumah. Babi menunjukkan sedikit simpatinya dengan berkata," Aku turut bersedih Tuan Tikus tapi tidak ada yang dapat aku lakukan kecuali berdoa untukmu. Aku pastikan kamu akan ada dalam doa-doaku." .
Lalu Tikus pun menghampiri Sapi dan mengatakan hal yang sama. Sapi tidak menanggapinya malah mengejeknya sambil berkata," Perangkap tikus?Apakah aku sedang dalam bahaya?Apakah itu bisa membahayakanku?"
Akhirnya Tikus dengan sedih dan putus asa kembali ke dalam rumah petani karena harus menghadapi perangkap tikus sang petani sendirian.
Suatu malam terdengar suara dari dalam rumah seperti suara perangkap tikus yang menangkap sesuatu. Istri sang petani segera berlari untuk melihat apa yang tertangkap di dalamnya. Dalam kegelapan, dia tidak bisa melihat bahwa ternyata seekor ular berbisa telah terjepit pada perangkap itu dan langsung mengigitnya. Sang petani segera membawanya ke rumah sakit.
Sepulang dari rumah sakit, istri petani itu masih demam dan setiap orang tahu bahwa sup ayam hangat bisa meringankan sakit demam. Jadi petani segera mengambil Ayamnya dari kandang dan menyembelih untuk membuat sup ayam.
Namun sakit istri petani itu tidak kunjung membaik sehingga teman-teman dan tetangga-tetangganya datang untuk menjenguknya. Untuk menjamu mereka, petani itu memotong Babi miliknya.
Akhirnya, istri petani itu pun meninggal dan banyak orang menghadiri pemakamannya. Petani itu menyembelih Sapinya untuk menyediakan daging bagi tamu-tamunya.
Jika suatu saat Anda mendengar bahwa seseorang sedang menghadapi masalah dan Anda berpikir bahwa hal itu tidak ada hubungannya dengan Anda, ingat pada akhirnya kita pun terancam, kita semua menghadapi sebuah masalah. Jadi jangan pernah berkata,"Itu bukan urusanku."
Sumber: spiritual-short-stories.com
Subscribe to:
Posts (Atom)
.jpg)