1. Makan setiap hari
Bayi selalu menginginkan air susu yang murni setiap hari. Kita membutuhkan Firman Tuhan melalui pembelajaran dan perenungan akan Firman Allah.
2. Udara untuk bernafas
Doa adalah nafas hidup orang percaya, sama pentingnya seperti oksigen yang kita hirup setiap saat. Berdoalah setiap waktu.
3. Olah raga rutin
Praktekkan secara rutin Firman Tuhan yang telah kita pelajari. Teori tanpa praktek hanya sekedar menambah pengetahuan saja.
4. Istirahat cukup
Berserah kepada Tuhan memberi kita kedamaian dan rasa aman.
5. Kebersihan lingkungan
Jangan kompromi dengan si iblis, apapun kesepakatan kita akan melemahkan kerohanian kita. Jaga pergaulan kita tetap bersih dan sehat.
6. Hidup dalam kasih sayang
Jadilah bagian dari gereja lokal sehingga kita bisa memperoleh pengajaran dan persekutuan bersama saudara seiman lainnya.
7. Check up secara berkala
Periksa kesehatan kerohanian kita secara rutin. Jangan sampai kita mendapati kesehatan rohani dalam kondisi parah akibat kita tidak pernah mengecek diri.
Sumber: renungan harian SPIRIT - 7 oktober 2008
Thursday, June 10, 2010
Wednesday, June 9, 2010
Anggapan-anggapan yang Salah Tentang Doa
1. Doa yang panjang membuat kita nampak lebih Rohani
Dahulu D.L Moody sering berkata, "Orang yang berdoa panjang di kamarnya, mengucapkan doa-doa yang pendek di muka umum". Doa-doa Yesus yang dicatat biasanya pendek, meskipun Ia sering berdoa sendirian semalam suntuk. Kalau kita berdoa panjang lebar hanya agar dipandang orang sebagai orang yang sangat rohani, berarti doa kita tak lebih dari sekedar sandiwara belaka.
2. Tuhan menghendaki doa yang panjang
Sama sekali tidak pernah ditulis dalam Alkitab bahwa syarat doa yang disukai Tuhan adalah yang panjang dan penuh kata-kata indah. Tuhan menghendaki doa yang dinaikkan dengan hati percaya, dengan sikap menghormati Allah, yang diucapkan dengan tulus, dipersembahkan dengan hati yang bersih dari dosa, dalam kekudusan, dengan tekun dan setia. Hal-hal semacam inilah yang justru dicari Allah dalam doa kita.
3. Orang menyukai doa yang panjang
Kalau kita memimpin orang lain dalam doa bersama, sebagian orang mungkin memang menyukai doa yang panjang karena dirasa lebih mantap, lebih serius, dst. Namun bagaimanapun juga, janganlah kita lupa bahwa doa kita bukanlah untuk menyenangkan hati manusia melainkan untuk Tuhan.
Sumber: renungan harian SPIRIT - 16 semtember 2008
Dahulu D.L Moody sering berkata, "Orang yang berdoa panjang di kamarnya, mengucapkan doa-doa yang pendek di muka umum". Doa-doa Yesus yang dicatat biasanya pendek, meskipun Ia sering berdoa sendirian semalam suntuk. Kalau kita berdoa panjang lebar hanya agar dipandang orang sebagai orang yang sangat rohani, berarti doa kita tak lebih dari sekedar sandiwara belaka.
2. Tuhan menghendaki doa yang panjang
Sama sekali tidak pernah ditulis dalam Alkitab bahwa syarat doa yang disukai Tuhan adalah yang panjang dan penuh kata-kata indah. Tuhan menghendaki doa yang dinaikkan dengan hati percaya, dengan sikap menghormati Allah, yang diucapkan dengan tulus, dipersembahkan dengan hati yang bersih dari dosa, dalam kekudusan, dengan tekun dan setia. Hal-hal semacam inilah yang justru dicari Allah dalam doa kita.
3. Orang menyukai doa yang panjang
Kalau kita memimpin orang lain dalam doa bersama, sebagian orang mungkin memang menyukai doa yang panjang karena dirasa lebih mantap, lebih serius, dst. Namun bagaimanapun juga, janganlah kita lupa bahwa doa kita bukanlah untuk menyenangkan hati manusia melainkan untuk Tuhan.
Sumber: renungan harian SPIRIT - 16 semtember 2008
Tuesday, June 8, 2010
7 Cara Resmi Kita untuk Pertengkaran yang Baik dan Bersih dengan pasangan kita
1. Kita harus memutuskan kapan waktu yang tepat untuk bertengkar.
2. Kita harus tahu bahwa tujuan pertengkaran bukan menyerang satu sama lain, demikian juga fokus pertengkaran bukanlah kepada masalah tapi pada solusi.
3. Kita akan memeriksa "senjata-senjata" yang kita gunakan untuk bertengkar bukanlah senjata yang mematikan, misalnya perkataan yang sinis.
4. Kita akan merendahkan nada suara kita, bukan menaikkannya dua nada.
5. Kita tidak akan bertengkar masalah-masalah pribadi di depan umum.
6. Kita akan mendiskusikan "gencatan senjata" kapan saja seorang dari kita berkata "berhenti" atau "clear".
7. Kita akan mencapai kesepakatan yang didasari kasih.
Sumber: renungan harian SPIRIT - 24 semptember 2008
2. Kita harus tahu bahwa tujuan pertengkaran bukan menyerang satu sama lain, demikian juga fokus pertengkaran bukanlah kepada masalah tapi pada solusi.
3. Kita akan memeriksa "senjata-senjata" yang kita gunakan untuk bertengkar bukanlah senjata yang mematikan, misalnya perkataan yang sinis.
4. Kita akan merendahkan nada suara kita, bukan menaikkannya dua nada.
5. Kita tidak akan bertengkar masalah-masalah pribadi di depan umum.
6. Kita akan mendiskusikan "gencatan senjata" kapan saja seorang dari kita berkata "berhenti" atau "clear".
7. Kita akan mencapai kesepakatan yang didasari kasih.
Sumber: renungan harian SPIRIT - 24 semptember 2008
Subscribe to:
Posts (Atom)
.jpg)