Hati yang gembira adalah obat...itu lagu sekolah minggu yang dulu seringkali saya dengar tanpa tahu apa arti yang sebenarnya dari lagu tersebut...yang saya tahu kalo kita senang, sakit apapun akan sembuh...tapi pendapat itu ternyata salah...
hati yang senang bukanlah perasaan senang biasa, hati yang senang yang akan menjadi obat yang manjur bukan karena kita membuat diri kita sendiri bahagia / terlihat bahagia, hati yang gembira bukanlah karena paksaan... Hati yang gembira adalah kegembiraan yang berasal dari sesuatu ntah darimana asalhnya yang sulit diungkapkan dengan kata-kata... Misalnya saat kita baru saja jadian sama pacar kita...
Saat kita sedang sakit dan pacar kita mengajak kita bercanda, jalan-jalan, tanpa terasa sakit itu pun hilang begitu saja...apakah kita tahu dan bisakah kita gambarkan perasaan seperti apakah yang kita rasakan saat itu sehingga menyebabkan sakit kita tiba-tiba tidak terasa???
Beberapa jam sebelum kembali ke Solo, aku demam, aku lemas, rasanya dingin semuanya...
aku beristirahat dan terus beristirahat supaya saat tiba waktunya aku pulang ke Solo naik kereta, aku sudah agak baikan..
malamnya saat aku perjalanan ke Solo, aku tidak dapat tidur dengan nyenyak dan rasanya kepalaku mau pecah saat pagi harinya ketika sudah mau sampai Solo...
Yang tadinya hanya meriang, demam, sekarang ditambah kurang tidur dan lain-lain...
Badan ini terasa remuk...
Setelah aku sampai Solo, aku berkemas lagi untuk menuju Panti Asuhan 1000 Pulau karena aku berjanji untuk mengajarkan yel-yel sebelum esok hari mereka lomba cerdas cermat di Jogjakarta. Mampir ke Solo square aku membelikan 4 lusin donat JCO untuk anak-anak...
Sampai di sana ternyata sedang ad acara natal bersama gereja-geraja lain.. ada 2 acara. Aku hanya mengikuti 1 acara lalu makan dan pergi istirahat sebelum sorenya pergi ibadah di Gereja Kalam Kudus..
Setelah selesai kebaktian, aku kembali ke Panti Asuhan 1000 Pulau...bercanda, bermain, belajar cerdas cermat, mengajari yel-yel, dan lain-lain...
keesokan harinya, tubuhku terasa sangat ringan dan hari itu kami semua akan pergi ke Jogjakarta untuk mengikuti lomba cerdas cermat bersama panti-panti asuhan yang lain...
Sambil menunggu bus, aku mengajak anak-anak menangkap kepik dan kupu-kupu..sangat menyenangkan seharian kami bermain, berenang, bercanda di bus, saling menyemangati tim cerdas cermat kami walaupun akhirnya kalah, dan saling mendukung satu sama lain...
Samapi kembali di Panti pun, aku masih tetap bersemangat untuk mengangkat barang-barang bawaan...sampai "mama" bierkata padaku, "Kamu ini bersemangat sekali..hati-hati lho, kamu kan habis sakit." Lalu aku tersadar kalau hari sebelumnya aku menderita sakit yang tak tertahankan...
aku tidak dapat menggambarkan bagaimana perasaan itu yang menyebabkan sakit yang kemarin-kemarin itu hilang seketika...
Yang mau aku tambahkan dari kata-kata di atas adalah...
Hati yang gembira adalah obat yang manjur tetapi berkumpul bersama keluarga, itulah obat yang lebih manjur...tentunya yang paling manjur adalah saat kita minta kesembuhan pada Tuhan...Amin
Tuesday, January 5, 2010
Itu Bukan Urusanku
Saya mengutip tulisan ini dari inbox facebook saya karena menurut saya, artikel ini mempunyai makna yang sangat luar biasa jika orang-orang dapat membacanya dan mengerti artinya....
Seekor Tikus mengitip melalui celah di dinding untuk melihat petani dan istrinya membuka sebuah bungkusan, kalo-kalo di dalamnya ada makanan. Dia sangat terkejut mendapati bahwa isi bungkusan itu ternyata adalah sebuah perangkap tikus. Sambil berlari ketakutan, Tikus itu berteriak-teriak, katanya," Ada perangkap tikus di dalam rumah, ada perangkap tikus di dalam rumah!"
Si ayam yang sedang sibuk mencari makanan di tanah, mengangkat kepalanya dan berkata," Tuan Tikus, itu adalah kuburan yang tersedia untukmu, tidak ada pengaruhnya untukku."
Kemudian Tikus itu memberitahu juga kepada Babi bahwa ada perangkap tikus di dalam rumah. Babi menunjukkan sedikit simpatinya dengan berkata," Aku turut bersedih Tuan Tikus tapi tidak ada yang dapat aku lakukan kecuali berdoa untukmu. Aku pastikan kamu akan ada dalam doa-doaku." .
Lalu Tikus pun menghampiri Sapi dan mengatakan hal yang sama. Sapi tidak menanggapinya malah mengejeknya sambil berkata," Perangkap tikus?Apakah aku sedang dalam bahaya?Apakah itu bisa membahayakanku?"
Akhirnya Tikus dengan sedih dan putus asa kembali ke dalam rumah petani karena harus menghadapi perangkap tikus sang petani sendirian.
Suatu malam terdengar suara dari dalam rumah seperti suara perangkap tikus yang menangkap sesuatu. Istri sang petani segera berlari untuk melihat apa yang tertangkap di dalamnya. Dalam kegelapan, dia tidak bisa melihat bahwa ternyata seekor ular berbisa telah terjepit pada perangkap itu dan langsung mengigitnya. Sang petani segera membawanya ke rumah sakit.
Sepulang dari rumah sakit, istri petani itu masih demam dan setiap orang tahu bahwa sup ayam hangat bisa meringankan sakit demam. Jadi petani segera mengambil Ayamnya dari kandang dan menyembelih untuk membuat sup ayam.
Namun sakit istri petani itu tidak kunjung membaik sehingga teman-teman dan tetangga-tetangganya datang untuk menjenguknya. Untuk menjamu mereka, petani itu memotong Babi miliknya.
Akhirnya, istri petani itu pun meninggal dan banyak orang menghadiri pemakamannya. Petani itu menyembelih Sapinya untuk menyediakan daging bagi tamu-tamunya.
Jika suatu saat Anda mendengar bahwa seseorang sedang menghadapi masalah dan Anda berpikir bahwa hal itu tidak ada hubungannya dengan Anda, ingat pada akhirnya kita pun terancam, kita semua menghadapi sebuah masalah. Jadi jangan pernah berkata,"Itu bukan urusanku."
Sumber: spiritual-short-stories.com
Seekor Tikus mengitip melalui celah di dinding untuk melihat petani dan istrinya membuka sebuah bungkusan, kalo-kalo di dalamnya ada makanan. Dia sangat terkejut mendapati bahwa isi bungkusan itu ternyata adalah sebuah perangkap tikus. Sambil berlari ketakutan, Tikus itu berteriak-teriak, katanya," Ada perangkap tikus di dalam rumah, ada perangkap tikus di dalam rumah!"
Si ayam yang sedang sibuk mencari makanan di tanah, mengangkat kepalanya dan berkata," Tuan Tikus, itu adalah kuburan yang tersedia untukmu, tidak ada pengaruhnya untukku."
Kemudian Tikus itu memberitahu juga kepada Babi bahwa ada perangkap tikus di dalam rumah. Babi menunjukkan sedikit simpatinya dengan berkata," Aku turut bersedih Tuan Tikus tapi tidak ada yang dapat aku lakukan kecuali berdoa untukmu. Aku pastikan kamu akan ada dalam doa-doaku." .
Lalu Tikus pun menghampiri Sapi dan mengatakan hal yang sama. Sapi tidak menanggapinya malah mengejeknya sambil berkata," Perangkap tikus?Apakah aku sedang dalam bahaya?Apakah itu bisa membahayakanku?"
Akhirnya Tikus dengan sedih dan putus asa kembali ke dalam rumah petani karena harus menghadapi perangkap tikus sang petani sendirian.
Suatu malam terdengar suara dari dalam rumah seperti suara perangkap tikus yang menangkap sesuatu. Istri sang petani segera berlari untuk melihat apa yang tertangkap di dalamnya. Dalam kegelapan, dia tidak bisa melihat bahwa ternyata seekor ular berbisa telah terjepit pada perangkap itu dan langsung mengigitnya. Sang petani segera membawanya ke rumah sakit.
Sepulang dari rumah sakit, istri petani itu masih demam dan setiap orang tahu bahwa sup ayam hangat bisa meringankan sakit demam. Jadi petani segera mengambil Ayamnya dari kandang dan menyembelih untuk membuat sup ayam.
Namun sakit istri petani itu tidak kunjung membaik sehingga teman-teman dan tetangga-tetangganya datang untuk menjenguknya. Untuk menjamu mereka, petani itu memotong Babi miliknya.
Akhirnya, istri petani itu pun meninggal dan banyak orang menghadiri pemakamannya. Petani itu menyembelih Sapinya untuk menyediakan daging bagi tamu-tamunya.
Jika suatu saat Anda mendengar bahwa seseorang sedang menghadapi masalah dan Anda berpikir bahwa hal itu tidak ada hubungannya dengan Anda, ingat pada akhirnya kita pun terancam, kita semua menghadapi sebuah masalah. Jadi jangan pernah berkata,"Itu bukan urusanku."
Sumber: spiritual-short-stories.com
Friday, January 1, 2010
New Year, New Me
Tahun baru....
Orang-orang bilang saat tahun baru, segalanya harus baru, segalanya harus lebih baik dari tahun kemarin...
renungkan apa yang terjadi di tahun yang lalu dan refleksikan dirimu dan menjadi lebih baik di tahun yang akan datang...
1 tahun yang lalu, aku membuat suatu komitmen untuk hidup kudus di hadapan Tuhan, mau melayani Tuhan dengan segenap hati, mau dipakai oleh Tuhan untuk menjadi apapun yang Dia minta..Apa yang telah kulakukan di tahun lalu sepertinya sangatlah buruk dan jauh dari harapan walaupun ada yang menyerempet ke arah sana...
Tapi, lebih banyak hal duniawi yang kusenangi...
Awalnya tampak baik, di pertengahan mulai terjadi goncangan sampai aku menemukan suatu tempat aku melayani Tuhan sesuai dengan panggilanku pada bulan September 2009...Aku diberikan Tuhan ladang pelayanan di Panti Asuhan Anak 1000 pulau, solo....
Di sana mulailah aku menata pelayananku, menata hidupku untuk bisa hidup lebih kudus di hadapan Tuhan, menjadi keluarga dalam Tuhan bersama anak-anak yang unik-unik...
Aku merasakan seperti berada dalam keluarga, merasakan kasih sayang dari adik-adik, dari mama, papa dan semua orang yang menjadikan hidupku lebih berarti lagi dan bersemangat dalam menjalaninya....
Dan saat kupikirkan, Tuhan sudah membuat rencana yang indah dalam hidupku...sekian lama aku mencari tempat pelayanan dimana aku bisa mencurahkan seluruh talenta dan kepandaian yang aku punyai dan sekaligus menjadi tujuan dari hidupku yaitu untuk melayani orang-orang yang kesulitan secara kasih sayang dan materi...
Tuhan tidak memberikannya di awal tahun karena Dia ingin agar aku dibentuk sesuai dengan kehendaknya terlebih dahulu...Banyak hal, seperti kehilangan 2 HP, laptop, dll..itu semua menjadi pelajaran bagiku dan merasakan bagaimana kehilangan barang yang aku sayangi dan dari sana aku bisa belajar merasakan bagaimana anak-anak yang kehilangan mama papanya yang adalah makhluk yang hidup yang sangat mereka damba-dambakan dan sayangi...
Di tahun yang baru ini, suatu komitmen muncul kembali dari mulutku...
1. Aku ingin lebih fokus pada panggilanku hidup dalam dunia ini
2. Aku ingin lebih menyayangi keluargaku baik keluarga yang diberikan Tuhan, keluarga di Panti Asuhan 1000 Pulau, dan keluarga di Gereja dimana aku melayani dan bertumbuh..
Semoga apa yang telah kukatakan berguna..GBU all...
Met tahun baru 2010..
Orang-orang bilang saat tahun baru, segalanya harus baru, segalanya harus lebih baik dari tahun kemarin...
renungkan apa yang terjadi di tahun yang lalu dan refleksikan dirimu dan menjadi lebih baik di tahun yang akan datang...
1 tahun yang lalu, aku membuat suatu komitmen untuk hidup kudus di hadapan Tuhan, mau melayani Tuhan dengan segenap hati, mau dipakai oleh Tuhan untuk menjadi apapun yang Dia minta..Apa yang telah kulakukan di tahun lalu sepertinya sangatlah buruk dan jauh dari harapan walaupun ada yang menyerempet ke arah sana...
Tapi, lebih banyak hal duniawi yang kusenangi...
Awalnya tampak baik, di pertengahan mulai terjadi goncangan sampai aku menemukan suatu tempat aku melayani Tuhan sesuai dengan panggilanku pada bulan September 2009...Aku diberikan Tuhan ladang pelayanan di Panti Asuhan Anak 1000 pulau, solo....
Di sana mulailah aku menata pelayananku, menata hidupku untuk bisa hidup lebih kudus di hadapan Tuhan, menjadi keluarga dalam Tuhan bersama anak-anak yang unik-unik...
Aku merasakan seperti berada dalam keluarga, merasakan kasih sayang dari adik-adik, dari mama, papa dan semua orang yang menjadikan hidupku lebih berarti lagi dan bersemangat dalam menjalaninya....
Dan saat kupikirkan, Tuhan sudah membuat rencana yang indah dalam hidupku...sekian lama aku mencari tempat pelayanan dimana aku bisa mencurahkan seluruh talenta dan kepandaian yang aku punyai dan sekaligus menjadi tujuan dari hidupku yaitu untuk melayani orang-orang yang kesulitan secara kasih sayang dan materi...
Tuhan tidak memberikannya di awal tahun karena Dia ingin agar aku dibentuk sesuai dengan kehendaknya terlebih dahulu...Banyak hal, seperti kehilangan 2 HP, laptop, dll..itu semua menjadi pelajaran bagiku dan merasakan bagaimana kehilangan barang yang aku sayangi dan dari sana aku bisa belajar merasakan bagaimana anak-anak yang kehilangan mama papanya yang adalah makhluk yang hidup yang sangat mereka damba-dambakan dan sayangi...
Di tahun yang baru ini, suatu komitmen muncul kembali dari mulutku...
1. Aku ingin lebih fokus pada panggilanku hidup dalam dunia ini
2. Aku ingin lebih menyayangi keluargaku baik keluarga yang diberikan Tuhan, keluarga di Panti Asuhan 1000 Pulau, dan keluarga di Gereja dimana aku melayani dan bertumbuh..
Semoga apa yang telah kukatakan berguna..GBU all...
Met tahun baru 2010..
Subscribe to:
Posts (Atom)

.jpg)